SKEMA & KOMPETENSI

Menyusun Skema Sertifikasi

Membuat skema baru beserta kode, jenis, dan bidangnya — fondasi yang ditunjuk MAPA, jadwal, dan seluruh berkas asesmen.

Skema adalah paket sertifikasi yang diujikan. Setiap asesmen, setiap MAPA, dan setiap jadwal sertifikasi menunjuk tepat satu skema — karena itu inilah data pertama yang harus ada.

Membuat skema

  1. Buka Master Kompetensi → Skema Sertifikasi, lalu tekan tombol buat baru.
  2. Isi Kode Skema. Kode ini harus unik di seluruh katalog; aplikasi menolak kode yang sudah dipakai.
  3. Isi Singkatan — dipakai di tempat sempit seperti kolom tabel dan kepala dokumen.
  4. Isi Nama Skema sesuai penetapan.
  5. Pilih Jenis Skema: Okupasi, Klaster, atau KKNI.
  6. Isi Bidang dan Nama SOP bila ada.

Jenis skema

  • Okupasi — sertifikasi untuk satu jabatan atau okupasi tertentu.
  • Klaster — sekumpulan unit kompetensi yang dipaketkan.
  • KKNI — mengacu pada jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Jenis hanya menandai skema dan tidak mengubah alur asesmen. Ia muncul sebagai lencana berwarna di daftar skema sehingga katalog yang panjang tetap mudah dipilah.

Sesudah skema tersimpan

Skema yang baru dibuat masih kosong. Langkah berikutnya adalah menambahkan unit kompetensi lewat tab Unit di bagian atas halaman skema — tanpa unit, skema hanya berupa judul dan tidak menjelaskan apa pun yang akan diuji. Untuk skema SKKNI yang sudah baku, unit beserta elemen dan KUK-nya bisa diimpor sekaligus dari Excel.

Mencari skema

Kode dan nama skema ikut dalam pencarian global aplikasi, jadi Anda bisa melompat ke sebuah skema dari mana saja tanpa membuka daftarnya lebih dulu.

[Gambar — formulir skema baru dengan bagian Identitas Skema]

Tertarik memakai NeoSerti untuk LSP Anda?

Ceritakan kebutuhan lembaga sertifikasi Anda — tim kami akan menghubungi Anda kembali.

FORM KONTAK · DEMO & INFO
RESPON TIM SALES < 1 × 24 JAM KERJA
Dilindungi reCAPTCHA — Privasi & Ketentuan Google berlaku.