MULAI DI SINI

Urutan Menyiapkan LSP Baru

Daftar langkah dari aplikasi kosong sampai siap menjalankan asesmen pertama, beserta alasan urutannya tidak boleh dibalik.

Pemasangan baru dimulai dari keadaan kosong. Urutan di bawah mengikuti ketergantungan data: setiap langkah memerlukan hasil langkah sebelumnya, dan melompatinya akan membuat pilihan di layar berikutnya tidak tersedia.

Langkah penyiapan

  1. Identitas LSP — isi nama lembaga, logo, dan zona waktu lewat Pengaturan → Pengaturan Aplikasi. Nama dan logo ini muncul di kartu masuk, panel, dan kop dokumen.
  2. Skema sertifikasi — susun skema beserta unit kompetensinya, lalu elemen dan KUK tiap unit lewat tab Elemen & KUK, atau sekaligus lewat Impor SKKNI dari Excel. Ini fondasi yang ditunjuk hampir semua data lain.
  3. Asesor — daftarkan asesor beserta nomor registrasi MET dan sertifikatnya.
  4. TUK dan ruangan uji — catat tempat pelaksanaan beserta ruangannya.
  5. MAPA — rancang perangkat asesmen untuk skema yang akan diujikan, lalu aktifkan versinya.
  6. Bank tanda tangan dan pengaturan cetak — supaya formulir FR yang dicetak sudah berkop dan bertanda tangan pejabat yang benar sejak dokumen pertama.
  7. Jadwal sertifikasi — tentukan kapan dan di TUK mana uji dilaksanakan.
  8. Asesi — daftarkan peserta, atau nyalakan pendaftaran mandiri dan setujui yang masuk.
  9. Asesmen — buat berkas asesmen per peserta, lalu jalankan tahapannya.

Mana yang boleh ditunda

Tidak semua harus tuntas sebelum uji pertama:

  • Panel Keuangan baru diperlukan bila LSP menagihkan biaya lewat aplikasi. Modul ini dikendalikan saklar fitur tersendiri dan bawaannya mati.
  • Persuratan baru diperlukan bila LSP ingin menerbitkan surat keluar bernomor dari aplikasi. Saklarnya, Feature Persuratan, bawaannya mati.
  • REST API untuk aplikasi mobile bawaannya mati dan baru menyediakan login aplikasi; lihat Menghubungkan Aplikasi Mobile.
  • Asisten AI bersifat tambahan dan dinyalakan dari sisi penyedia layanan.
  • Akun untuk asesor dan asesi bisa menyusul. Tanpa akun, datanya tetap bisa diolah staf LSP; yang hilang hanya kemampuan mereka masuk sendiri.

Kesalahan urutan yang paling sering terjadi

Dua yang paling sering, dan keduanya terasa seperti aplikasi tidak berfungsi:

  • Menyusun MAPA sebelum skema punya unit kompetensi. MAPA-nya berhasil dibuat, tetapi rencana asesmen tidak punya unit untuk dipilih — pilihan unitnya diambil dari skema milik MAPA itu.
  • Mencetak formulir sebelum bank tanda tangan diisi. Dokumennya tetap terbit, hanya saja blok tanda tangannya kosong.

[Gambar — grup menu Master Kompetensi sebagai langkah pertama penyiapan]

Tertarik memakai NeoSerti untuk LSP Anda?

Ceritakan kebutuhan lembaga sertifikasi Anda — tim kami akan menghubungi Anda kembali.

FORM KONTAK · DEMO & INFO
RESPON TIM SALES < 1 × 24 JAM KERJA
Dilindungi reCAPTCHA — Privasi & Ketentuan Google berlaku.