Kegiatan adalah wadah rombongan: satu gelombang pelaksanaan yang menaungi banyak peserta sekaligus. Berbeda dari jadwal sertifikasi yang terikat satu skema, kegiatan boleh mencakup beberapa skema — skemanya ditetapkan per peserta.
Membuat kegiatan
- Buka Asesmen → Kegiatan, tekan tombol buat baru.
- Isi Kode Kegiatan yang unik, misalnya
ASESI-B1-2026. - Pilih Jenis Kegiatan — ini menentukan siapa yang boleh menjadi peserta.
- Isi Nama Kegiatan.
- Pilih Status dan isi Kuota Peserta; kosongkan kuota bila tanpa batas.
- Pada bagian Pelaksanaan, pilih Skema bila seragam, pilih TUK, lalu isi Tanggal Mulai, Tanggal Selesai, dan Pendaftaran Ditutup.
Jenis kegiatan menentukan pesertanya
- Asesi — uji kompetensi. Pesertanya asesi.
- Askom — pelatihan asesor kompetensi. Pesertanya asesor.
- RCC — resertifikasi asesor. Pesertanya asesor.
- Pelatihan dan Lainnya — kegiatan lain yang perlu dicatat.
Pembatasan ini bukan sekadar label: daftar orang yang bisa dipilih saat menambahkan peserta mengikuti jenis kegiatannya.
Status dan akibatnya di panel Asesi
Status kegiatan berjalan dari Draft, Dibuka, Berjalan, Selesai, sampai Dibatalkan. Yang perlu diingat: hanya kegiatan berstatus pendaftaran dibuka yang tampil di panel Asesi. Kegiatan yang masih Draft tidak terlihat oleh calon peserta, betapa pun lengkap isinya.
Batas Pendaftaran Ditutup bekerja bersama status itu: setelah tanggal tersebut, asesi tidak bisa lagi mendaftar sendiri meski statusnya masih dibuka.
Kegiatan tanpa jadwal sertifikasi
Kegiatan boleh berjalan tanpa jadwal sertifikasi. Keduanya menjawab hal berbeda: kegiatan mengurus siapa yang ikut, jadwal mengurus kapan dan di mana sebuah skema diuji. Banyak LSP memakai keduanya, sebagian cukup salah satu.
[Gambar — formulir kegiatan dengan bagian Identitas Kegiatan dan Pelaksanaan]